fbpx

Dahsyatnya manfaat pupuk organik


apa itu pupuk organik

apa itu pupuk organik ?

            Memupuk sudah menjadi kebiasaan para petani, kegiatan memupuk sudah menyatu dengan para petani, tanpa menggunakan pupuk para petani akan merasa kesulitan untuk mengelola unsur hara pada tanah dan tanamannya, memanfaatkan pupuk organik merupakan salah satu jawabannya. Pemupukan yang benar menjadi jaminan untuk membuat tanah menjadi subur dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.

 

Tapi tak selamanya begitu, kembali kepada penggunanya, jika penggunaan pupuk secara tidak bijak malah akan berdampak menjadi sebuah masalah. pada kasus belakangan ini, petani menggunakan pupuk secara berlebihan dan menjadi sumber masalah baru bagi lingkungan.

 

Pupuk  terbagi menjadi dua, yaitu pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk dengan meramu bahan-bahan kimia anorganik yang berkadar hara tinggi. misalnya urea berkadar N 45-46%.

 

Pupuk anorganik dapat dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majmuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang memiliki mengandung hanya satu unsur hara, seperti pupuk N, pupuk K dan lain sebagainya. Dan pupuk majmuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara misalnya N+P, P+K, dan lain sebagainya.

 

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa – sisa tanaman, hewan, dan manusia.

 

Pupuk organik biasanya berbentuk padat dan cair, pupuk organik lebih banyak mengandung bahan organiknya dari pada unsur haranya sehingga penggunaan pupuk terbilang harus lebih banyak.

 

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen seperti jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa, dan juga dari limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

 

Jenis Pupuk organik terbagi menjadi dua macam yaitu:

 

  1. Pupuk organik cair

Ada banyak macam pupuk organik cair yang biasa digunakan oleh petani:

  1. Pupuk organik cair (POC) jus bumi
  2. Pupuk organik cair (POC) bonggol pisang
  3. Pupuk organik cair (POC) bekicot
  4. Pupuk organik cair (POC) eceng gondok
  5. Pupuk organik cair (POC) limbah sayur
  6. Pupuk organik cair (POC) ampas tebu

 

  1. Pupuk organik padat

Ada beberapa macam pupuk organik padat yang biasa digunakan oleh petani

  1. Pupuk kandang
  2. Pupuk hijau
  3. Pupuk kompos

SEJARAH SINGKAT PUPUK ORGANIK DI DUNIA DAN DI INDONESIA

Penggunaan pupuk organik kira kira mulai digunakan pada permulaan dari manusia mengenal bercocok tanam yaitu kurang lebih 5.000 tahun yang lalu.

 

Bentuk primitive dari pemupukan untuk memperbaiki kesuburan tanah terdapat pada kebudayaan tua manusia di negeri – negeri yang terletak di daerah  aliran sungai – sungai nil, euphrat, indus dan daerah lannya. Lahan disekitar aliran – aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan – endapan lumpur yang kaya dengan unsur haranya melalui banjir yang terjadi.

 

Nenek moyang kita menggunakan sisa sisa makanan mereka yang berupa sayur-sayuran, tulang, ikan, dan segala sesuatu yang menjadi sisa makanan mereka, dengan cara menimbun hal hal tersebut didalam tanah yang akan dijadikan tempat untuk bercocok tanam.

 

Pada mulanya mereka tidak sengaja melakukan hal tersebut, akan tetapi mereka mengamati dengan mereka melakukan hal tersebut, tanaman yang mereka tanam menjadi lebih subur.

 

Oleh karena itu mereka terus melakukan hal tersebut, dengan maksud membuat tanaman yeng mereka tanam menjadi lebih subur.

 

Di Indonesia sebenarnya pupuk organik sudah lama dikenal oleh para petani. Bahkan mereka hanya mengenal pupuk organik sebelum gebrakan revolusi hijau melanda diIndonesia pada tahun 1990-an.

 

Waktu itu pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakian bibit impor, pupuk kimia dan yang lain lain oleh pemerintah, membuat Indonesia berjaya pada saat itu, bahkan sempat mengalami swasembada beras.

 

karena mereka menganggap pupuk anorganik lebih murah, karena pada waktu itu di subsidi oleh pemerintah dan juga lebih peraktis, para petani banyak menggunakan pupuk anorganik ketimbang pupuk organik setelah revolusi hijau melanda.

 

Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, Para petani mulai kelabakan menghadapi kesuburan tanah yang kian merosot, ketergantungan pemakaian pupuk anorganik kian hari makin meningkat.

 

Revolusi hijau memang pernah meningkatkan produktifitas pertanian di tanah air, akan tetapi penggunaan pupuk anorganik memiliki dampak besar yang dirsakan oleh para petani yaitu:

  1. Berbagai jenis organisme penyubur tanah musnah karena pupuk anorganik
  2. Kesuburan tanah merosot
  3. Keseimbangan ekosistem tanah rusak
  4. Terjadi serangan hama dalam jumlah yang besar

Tumbuhnya kesadaran dampak negative dari penggunaan pupuk anorganik, banyak masyarakat yang beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.

Akan tetapi penggunaan pupuk organik masih terbilang sulit diperoleh sampai sekarang karena

  1. Kebanyakan pupuk organik diproduksi oleh pengusaha kecil dan menengah
  2. Pupuk organik di produksi untuk digunakan diri sendiri
  3. Jumlah penggunaan pupuk organik masih sangat terbatas

Selain itu peminat terbanyak pupuk organik hanya digunakan untuk tanaman hias yang jumlah pemakaiannya terbilang sedikit sehingga produksinya juga tidak terlalu banyak.

 

KELEBIHAN PUPUK ORGANIK

            Membahas kelebihan tentang pupuk organik pasti sudah sering kali kita dengar, karena kebanyakan orang percaya bahwa yang alami itu pasti bagus untuk kesehatan dan lingkungan, selain itu kelebihan pupuk organik memang sangat banyak, kelebihan pupuk organik adalah sebagai beerikut:

  • Mengandung unsur hara yang lengkap, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro
  • Mengandung asam – asam organik, yaitu humic, asam fulfic, hormon dan enzym yang bagus untuk tanaman maupun lingkungan dan mikro organisme
  • Mengandung mikro dan makro organnisme yang mempunyai pengaruh sangat baik pada tanah, terutama pada sifat fisik dan sifat biologis tanah.
  • Memperbaiki dan menjaga struktur tanah, sehingga tanah gampang untuk diolah
  • Memperbaiki kondisi kimia pada tanah asam, biasanya tanah asam ion ion yang dibutuhkan oleh tanaman cenderung dalam keadaan terikat, dan dengan adanya pupuk organik akan terjadi system pelepasan ion dalam tanah sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman
  • Menjadi penyangga pH tanah sehingga pH tanah lebih setabil
  • Membantu menjaga kelembapan pada tanah hingga tanah tetap subur
  • Aman meski dipakai dalaim jumlah yang banyak bahkan berlebih sekalipun
  • Tidak merusak lingkungan karena tanpa bahan kimia yang digunakan jadi tidak akan sampai merusak lingkungan sekitar
  • Tidak memilliki efek samping karena terbuat dari bahan alami
  • Harganya lebih murah dalam takaran yang sama dengan pupuk anorganik dan penggunaan yang secara terus menerus

 

Banayak bukan manfaatnya.?

Jadi kita tidak akan rugi jika menggunakan pupuk orgnik, penggunaan secara terus menerus akan membuat tanah menjadi semakin subur, lebih ramah lingkungan.

baca juga cara memupuk tanaman yang benar

Selain itu, ketika kita menggunakan pupuk organik yang diproduksi sendiri maka akan lebih menghemat pengeluaran kita dalam bercocok tanam tanpa harus beli pupuk anorganik kepada pasar.

 

Tanah sekitar menjadi subur meski kita menggunakan pupuknya secara jumlah yang banyak.

Pada pupuk organik terdapat juga kekurangannya, tapi itu tidak sebanding dengan kelebihan kelebihan yang ada pada pupuk organik ini, berikut adalah kekurangan dari pupuk organik

  • Jumlah kandungan unsur haranya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus lebih banyak dibandingkan dengan pupuk anorganik
  • Karena jumlahnya banyak, menyebabkan memerlukan tambahan biaya untuk oprasional pengangkutan dan implementasinya
  • Untuk tanah tanah yang sudah kekurangan unsur hara, pemberian pupuk organik membutuhkan jumlah yang sangat banyak sehingga menjadi beban tambahan lagi bagi para petani. Sementara itu reaksi tanaman terhadap pupuk organik tidak sespektakuler pemberian pupuk buatan

Karena lebih tidak meyakinkan untuk keuntungan para petani, para petani banyak menggunakan pupuk anorganik untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat tapi meski begitu, Coba kita bandingkan dengan kelebihan yang ada pada pupuk anorganik yaitu antara lain:

  • Hasilnya cepat terlihat pada tanaman karena pupuk anorganik memberi nutrisi langsung pada tanaman
  • Kandungan unsur hara jelas
  • Mudah pengaplikasiannya
  • Tidak bau karena tidak menggunakan dari kotoran hewan atau yang lainnya
  • Pengangkutannya mudah karena tidak perlu banyak banyak untuk penggunaan pupuk anorganik

Karena kebanyakan orang masih menggunakan pupuk anorganik ingin cepat mendapatkan keuntungan melimpah dari hasil pertaniannya, sehingga kurang memperhatikan dampak negatif dari penggunaan pupuk anorganik itu sendiri.

 

Selain itu, penggunaan pupuk anorganik secara tidak bijak hanya akan menambah pencemaran pada lingkungan, hingga bukan hanya berdampak pada ladangnya sendiri tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar, karena zat-zat dari pupuk kimia terbawa oleh arus air.

 

 

HATI – HATI TANAMAN ANDA BISA CEPAT MATI

Sayang banget ya jika tanaman kesayangan kita mati, setiap pagi sudah kita siram, di kasih pupuk di kasih inilah, diberi itulah, pemeliharaan yang sudah dilakukan secara teliti, eh ujung ujungnya layu. Mungkinkah ini karena hama.? Tidak, bukan hanya hama yang dapat membuat tanaman menjadi layu.

 

Ada banyak faktor yang menyebabkan tumbuhan kita layu yaitu berlebihan dalam pengairannya yang ditandai dengan daun menjadi kuning dan layu, masalah ini mudah sekali diatasi yaitu dengan cara memperbaiki saluran pengeluaran air, Umumnya gejala ini terjadi pada saat musim hujan.

 

Seperti halnya kelebihan pada air kekurangan air pada tanaman juga dapat menyebabkan tanaman layu, daun akan terlihat kering dan lama kelamaan daun akan menguning, dan jika disentuh seperti kaku.

 

Kekurangan cahaya matahari juga menjadi salah satu penyebab tumbuhan itu layu, biasanya ditandai dengan daun terlihat pucat dan lemah, bentuk batang tumbuhan kurang proposional dengan batang yang lebih panjang dibanding dengan tumbuhan normal pada umumnya.

 

Selain itu yang paling menjadi factor utama adalah kekurangan zat hara pada tanah, seperti kalium, nitrogen, zinc, zat besi, kekurangan magnesium. Ini terjadi karena biasanya kita berlebihan dalam menggunakan pupuk anorganik.

 

Pupuk anorganik memang mempercepat untuk pertumbuhan tanaman, tapi dampak negatifnya juga besar. Penggunaan pupuk anorganik dengan cara tidak bijak dan secara terus menerus akan berdampak negatif pada tanah dan tumbuhan.

 

Dampak negtif dari pupuk kimia bisa membunuh mikroorganisme baik yang hidup dalam tanah, ini disebabkan karena penggunaan pupuk kimia secara terus menerus, apa lagi digunakan secara berlebihan.

 

Mikroorganisme pengurai yang tersisa dalam tanah tidak bisa mengurai bahan bahan organik di tanah dengan sempurna, hal ini tentu akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah kedepannya.

 

Bukan hanya lingkungan sendiri yang akan terkena dampak dari pupuk anorganik tetapi juga pada lingkungan sekitar, terbawa oleh arus sungai sehingga menjadi pencemaran pada sungai.

 

Membunuh berbagai jenis serangga dan cacing pada dalam tanah, maklum lah kalau pupuk anorganik bisa membunuh serangga dan cacing dalam tanah, karena akan membuat unsur hara pada tanah menjadi rusak.

 

Selain itu, juga bisa membuat tanah menjadi panas dan merubah pH tanah, mengganggu keseimbangan unsur hara dalam tanah, kalau unsur hara dalam tanah dan pH tanah sudah terganggu maka bisa menyebabkan penyakit pada tanaman itu sendiri.

 

Sehingga menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri. karena, pupuk anorganik bisa melunakkan akar tanaman bahkan merusak akar tanaman sehingga menghambat penyerapan zat hara oleh akar.

 

Pemakaian pupuk anorganik yang secara terus menerus juga membuat tanah menjadi keras, pemberian pupuk anorganik pada tanah dengan jumlah yang banyak, sebenarnya tidak menjamin lahan pertanian menjadi lebih baik.

 

Sifatnya yang mengeraskan tanah membuat tanaman sulit menyerap unsur unsur hara, serta menjadikan tanah menjadi jenuh. Artinya seberapa banyaknya pupuk anorganik yang diberikan tidak akan meningkatkan produktifitasnya, Sebab tanah tidak memberikan respon terhadap pemupukan.

 

Pupuk anorganik memang memiliki unsur hara yang jelas akan tetapi tidak bisa memperbaiki unsur hara pada tanah.

 

Bukan hanya berdampak di darat saja, pupuk anorganik yang terbawa arus oleh air menjadi sebuah racun bagi fauna-fauna perairan karena, mengandung zat kimia seperti nitrat dan fosfat, dua zat tersebut berbahaya karena mengandung racun.

 

Biaya Penggunaan pupuk anorganik akan semakin tinggi seiring dengan semakin lama digunakan seiring dengan pemerintahan yang semakin lama mencabut sedikit demi sedikit subsidi pupuk anorganik

Dan yang lebih parahnya lagi kalau tanaman itu kita konsumsi bisa membahayakan kesehatan kita, karena manusia juga sebagai pemakan tanaman turut mengkonsumsi pupuk yang diberikan pada tanaman yang kita makan.

Meski ini tidak terjadi  secara langsung sebab tanaman tersebut memperosesnya terlebih dahulu, akan tetapi keadaan seperti ini dapat memungkinkan memengaruhi kesehatan kita ketika mengkonsumsinya secara terus menerus, bahan kimia tersebut akan menumpuk dalam tubuh lalu pada suatu titik dan suatu waktu akan menimbulkan penyakit.

Serem banget kan ?

Resikonya yang tinggi yaitu bisa mengganggu kesehatan kita dan merusak lingkungan sekitar, menjadi sebuah permasalahan baru di pertanian, para petani mulai merasakan dampak dari penggunaan pupuk anorganik tersebut, sehingga banyak petani yang awalnya menggunakan pupuk anorganik kini menggunakan pupuk organik.

 

Pupuk organik sekarang semakin berkembang pesat, banyak para petani yang memproduksi pupuknya sendiri dan perusahaan perusahaan yang memproduksi pupuk organik untuk dijual dipasaran, meski pengelola pupuk organik ini diproduksi oleh para pengusaha menengah, banayaknya merek-merek pupuk organik yang beredar (yang sudah terdaftar dan yang belum terdaftar) menjadi bukti kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

 

Pemerintah sudah saatnya untuk lebih mendorong pemakaian pupuk organik pada dunia pertanian di Indonesia melalui kebijakan – kebijakan yang mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik.

 

Sehingga lahan-lahan dan lingkungan sekitar lebih terjaga, dari tahun ke tahun hasil panen para petani meningkat, kesejahteraan para petani juga akan terjamin.

saran

  1. gunakanlah pupuk secara bijak karena yang namanya berlebihan itu tidak baik
  2. gunakanlah pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dalam jangka waktu yang panjang

demikian yang dapat saya sampaikan, terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat untuk keberlangsungan dunia pertanian di indonesia. jika anda ingin memesan pupuk organik, kami juga menyediakan berbagai macam jenis pupuk organik, untuk pemesanan silahkan hubungi CS kami via Whatsapp.

baca juga : jenis jenis durian.

 

 

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] baca juga; pupuk organik untuk menanam pohon  […]