fbpx

Perbedaan Clearance house dan Calling Visa

Pahami perbedaan clearance house dan calling visa agar tidak salah paham

 

Sebelum memasuki wilayah suatu negara, tentu diperlukan izin masuk yang diberikan langsung oleh pihak imigrasi negara tersebut. Contohnya, ketika hendak memasuki Indonesia, maka pemohon wajib mengurus visa agar menjadi wisatawan yang legal dan terkena tindak deportasi atau penjagalan di tengah agenda kunjungan.

Ketika mengurus visa, tentu ada beragam jenisnya. Mulai dari visa khusus untuk kunjungan wisata yang hanya dibatasi selama beberapa waktu, hingga visa bisnis dan kunjungan yang berlaku selama 5 tahun bagi yang sering melakukan kunjungan ke Indonesia. Setiap kunjungan hanya diperbolehkan tinggal maksimal 60 hari, untuk selanjutnya melakukan kunjungan di lain waktu. Begitu pula bagi yang memiliki hubungan dengan warga Indonesia, diperlukan visa tinggal sementara yang jangka waktunya lebih lama selayaknya para pelajar asing yang tinggal dalam batas waktu tertentu di Indonesia.

Selain visa pada umumnya, terdapat visa khusus yang diperuntukkan bagi warga asing yang berasal dari negara-negara yang masuk dalam daftar hitam Clearance House atau yang biasa disebut negara-negara rawan. Inilah yang umum disebut sebagai calling visa, perizinan khusus untuk warga yang berasal dari daerah konflik atau belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Untuk bisa masuk ke Indonesia, mereka harus melewati serangkaian proses yang lebih rumit dengan waktu sedikit lama.

 

Apa itu Calling Visa?

Menurut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M.HH-02.GR.01.06 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Negara Calling visa dan Pemberian Visa bagi Warga Negara dari Negara Calling Visa, Pasal 1, calling visa merupakan pemberian izin memasuki wilayah Indonesia dan tinggal sementara waktu sesuai tujuan kunjungan yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi atau Pejabat yang ditunjuk untuk melakukan proses penyelidikan melalui penelusuran latar belakang hingga wawancara, baik itu pemohon visa maupun pihak penjamin atau pemberi sponsor.

Penentuan diterimanya permohonan memasuki wilayah Indonesia dilakukan oleh tim yang tergabung dalam Clearance House yang akan mempertimbangkan dari berbagai segi, mulai dari ideologi, sosial, budaya, politik, hingga keamanan nasional.

 

Perbedaan Calling Visa dan Clearance House

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: M.HH-02.GR.01.06 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Negara Calling visa dan Pemberian Visa bagi Warga Negara dari Negara Calling Visa, dijelaskan bahwa calling visa adalah proses permohonan izin agar dapat berada di Indonesia sementara waktu, baik dalam rangka kunjungan keluarga, bisnis, atau kunjungan wisata, yang diajukan oleh warga dari negara rawan.

Clearance House sendiri merupakan tim yang dibentuk oleh pemerintah di bawah Kementerian Hukum dan HAM, yang terdiri dari pihak imigrasi, kepolisian, Badan Intelijen Negara, BAIS, Kejaksaan, Kementerian Luar Negeri hingga Depdagri. Tugasnya ialah meninjau berkas yang dikirim oleh pemohon calling visa, termasuk memeriksa identitas penjamin yang berada di Indonesia.

Tahap wawancara secara langsung dengan pihak sponsor pun akan dilakukan untuk memastikan bahwa pemohon calling visa tidak memiliki sesuatu hal yang dapat mengancam keamanan nasional. Selain bertugas sebagai penilai layak atau tidaknya pemohon visa untuk memasuki wilayah Indonesia, clearance house juga memiliki wewenang untuk membuat daftar negara mana sajakah yang patut mendapatkan calling visa dan lepas dari prosedur tersebut. Artinya, pemohon dari negara tersebut dapat mengirim permohonan visa umum seperti warga negara lain.

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai perbedaan dari clearance house dan calling visa yang dapat menjadi acuan ketika hendak mengunjungi Indonesia, terutama bila Anda berasal dari negara-negara rawan yang masuk dalam daftar negara calling visa.

 

ELSON dapat membantu anda?

ELSON Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa hukum bagi Tenaga Kerja Asing, Warga Negara Asing, dan Pasangan Perkawinan Campuran di Indonesia.

Contact us:
elson@smartlegal.id
(+62) 21 80674920 (office)
(+62) 819 3274 1 333 (hotline)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of